Baru-baru ini, kehebohan kembali tejadi di republik ini dengan diumumkannya beberapa jenis obat yang ternyata mengandung babi.
Dilansir dari www.tribunjabar.co.id (31/1/2018), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui laman pom.go.id memberikan penjelasan terkait viralnya surat internal hasil pengujian sampel obat suplemen makanan.
Dalam penjelasan tersebut terdapat dua produk obat suplemen makanan, Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Mediafarma Laboratories positif mengandung DNA babi,
Namun, kontroversi obat haram mengandung babi bukan hanya soal obat itu sendiri. Tetapi bagaimana obat itu menjadi terkenal di masyarakat berkat iklan yang menggunakan selebriti dan bahkan termasuk penceramah terkenal Mama Dedeh dan Abdel yang sering tampil di TV, seperti dilansir cakrawala.co (31/1/2018).
Nah setelah itu produk obat yang mengandung babi pun ditarik dari peredaran. Pharos Indonesia juga berjanji akan segera menunjuk pemasok bahan baku Chondroitin Sulfate yang baru dari luar negeri, yang sudah bersertifikat halal dan telah lulus uji PCR (Polymerase Chain Reaction), demikian dilansir dari mojok.co (3/2/2018).
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kasus ini? . Karena sesungguhnya kasus Viostin DS ini hanya merupakan fenomena gunung es. Ada kemungkinan masih banyak produk obat yang mengandung unsur DNA babi. apalagi yang belum mendapat sertifikat halal.
Nah bagaimana juga sikap kita terhadap selebriti yang telah ikut mempopulerkan obat tersebut melaui acara di TV . Misalnya Mama Dedeh dan Abdel. Mereka secara hukum kemungkinan tidak bersalah karena tidak mengetahui bahwa obat yang diiklankan mengandung babi.
Namun secara moral sebenarnya mereka juga seharusnya meminta maaf kepada ummat Islam yang sudah mengkonsumsi obat tersebut.
Pertanyaannya menggelitik buat umat Islam. Bagaimana kalau kita berobat dan kemudian diberi resep oleh dokter, apakah kita harus bertanya kepada dokter bahwa semua obat yang diresepkan telah mendapat sertifikat halal?
Bagaiman juga hukumnya kalau di pasaran hanya beredar obat tertentu untuk penyakit tertentu yang ternyata mengandung babi. Rasanya para pembuat obat muslim juga harus berusaha lebih keras agar membuat obat-obatan yang halal sehingga ummat Islam
BACA JUGA :



